20 March 2017
Comments: 0
20 March 2017, Comments: 0

Akta pendirian usaha akan memiliki beberapa manfaat penting demi kelancaran suatu usaha yang didirikan oleh badan tertentu. Akta ini akan membuat Anda mendapatkan usaha yang dapat dijamin secara pasti oleh hukum yang ada di negara kita Indonesia. Akta pendirian usaha ini akan berisi profil serta hal – hal yang berkaitan dengan perusahaan dari perusahaan tersebut dengan adanya bantuan dari notaris serta saksi – saksi yang ada.  Dalam akta ini akan tercantum sejumlah data layaknya bentuk serta nama dari perusahaan Anda, tanggal pendirian usaha, alamat serta nama pendiri usaha, besarnya modal usaha yang Anda keluarkan, kepengurusan serta anggota perusahaan, tujuan pendirian usaha, dan masih banyak informasi lainnya.

Akta pendirian usaha ini memiliki beberapa tujuan yang diantaranya adalah untuk memberikan kejelasan atas status kepemilikan suatu perusahaan yang ada guna menghindari hal – hal yang mungkin tidak diinginkan, layaknya terjadi suatu perselisihan saat penjualan sejumlah saham. Tujuannya yang lain adalah demi menghindari perselisihan yang menyangkut pembagian keuntungan serta proporsi keuangan dan yang lainnya. Akta jenis ini berupa sebuah dokumen yang nantinya akan diberikan legalitas oleh notaris yang berada pada wilayah perusahaan tersebut. Lantas bagaimana cara pembuatan akta yang satu ini?

Mencamtumkan Nama Pendiri Perusahaan

Untuk membuat akta ini Anda harus mencantumkan nama dari pemegang saham maupun orang yang berkewajiban mengurus perusahaan layaknya komisaris maupun direktur. Minimal nama yang disebutkan adalah dua orang. Anda kemudian bisa secara langsung mendatangi notaris yang ada di wilayah Anda. Namun Anda tentu perlu menyiapkan beberapa dokumen layaknya fotokopi ktp pendiri perusahaan, serta NPWP / Nomor Pokok Wajib Pajak untuk perorangan.

Menyampaikan Beberapa Hal kepada Notaris

Setelah beberapa dokumen penting tadi sudah Anda persiapkan dengan baik, maka hal selanjutnya adalah secara terus terang mengutarakan maksud Anda dalam pembuatan akta ini kepada pihak notaris. Hal – hal yang perlu Anda sebutkan kepada notaris adalah nama – nama dari pemilik saham dari perusahaan yang didirikan, nama – nama dari pengurus perusahaan yang berisi nama komisaris maupun direktur dari perusahaan tersebut. Kemudian sampaikan pula maksud maupun tujuan dari pendirian perusahaan tersebut didirikan serta memberikan penjelasan yang lebih detail tentang bidang perusahaan yang tengah dijalankan, juga komposisi dari kepemilikan saham yang ada di perusahaan tersebut. Setelah hal – hal tersebut telah disampaikan maka pemegang saham yang memiliki saham dari perusahaan tersebut haruslah melakukan tanda tanggan pada akta tersebut agar akta itu nantinya sah.

Pengesahan Akta

Setelah hal – hal mendasar seperti yang telah disebutkan di atas sudah benar – benar terpenuhi maka dari pihak notaris akan segera mengurus pengesahan akta tersebut, semisal pada perusahaan dalam bentuk PT akan dibawa ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Mnausia. Oleh karenaya untuk mengurus hal ini setidaknya dibutuhkan waktu selama beberapa hari lamanya. Pengesahan akta ini akan bisa digunakan dalam mengurus sejumlah dokumen lain layaknya TDP / Tanda Daftar Perusahaan serta SIUP / Surat Ijin Perusahaan Perdagangan, dan sebagainya.

Menunggu Surat Pengesahan

Setelah melakukan pengesahan akta, maka hal selanjutnya yaitu Anda hanya perlu menunggu surat pengesahan tentang pendirian usaha yang nantinya akan dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Mnausia / Kumham. Maka setelah beberapa hari menunggu hasil dari Kumham, serta segala prosesnya, maka Anda akan berhasil mendapatkan akta pendirian usaha tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *